Langsung ke konten utama

Omong Kosong Social Distancing

Di saat terjadinya wabah Corona begini, Indonesia membutuhkan mu untuk tetap di rumah.

Saat ini bukan waktunya untuk cari siapa yang salah kalau Indonesia udah begini. Gara2 pemerintah terlalu menyepelekan hal yang tak terlihat, Covid-19 udah tersebar di Indonesia.

Perlu kita ketahui bahwa Amerika Serikat juga awalnya "nyepelein Virus Corona...", negara2 adidaya lainnya juga begitu. Ini suatu hal yang dunia tidak terbayangkan sebelumnya. Saat ini kita hanya butuh solusi yang besar agar Covid-19 bisa berakhir. Karena selama kita terus berdebat, virus ini terus menyebar.

Soal apakah seharusnya Indonesia LockDown?
Bagi saya, yaa. Indonesia harus LockDown, tapi dengan kearifan lokal yang kita miliki.

Indonesia saat ini berada pada posisi paling banyak index kematiannya di ASEAN.

Dikutip dari VOA Indonesia, kemungkinan yang akan terkena Corona di Indonesia berjumlah 7,5 juta jiwa.

Ini merupakan suatu hal yang perlu kita waspadai dan cegah dari sekarang. Kita perlu bersatu untuk menghadapi hal ini.

Dikutip dari banyak sumber, salah satunya Kumparan, Pak Jokowi ngomong,

"Percayalah, kita bangsa besar, bangsa petarung, bangsa pejuang, insyaAllah kita bisa".

Tentunya Pak Jokowi dari awal di periode 2 ini punya banyak tantangan. Dan masalah2 yang dihadapi juga besar. Tapi, kalau soal wabah ini. Seharusnya dipegang kepada ahlinya.

Kalau semua masyarakat Indonesia bisa bersatu untuk bekerja sama dalam mengatasi Ekonomi yang down jika kita LockDown, terutama pada sektor pangan. Kita sebenarnya punya banyak SDM, yaitu mereka anak2 muda Indonesia. Setidaknya cukup para orang tua dan mereka yang memepunyai penyakit dalam untuk tetap di Rumah.

Dan kita yang sehat2 ini yang sudah diseleksi membantu pihak tentara, medice, juga membantu pelayanan untuk menyetor barang pangan kepada masyarakat, membangun fasilitas ramai2, dengan keseperluan kita semua.

Saya yakin, jika masyarakat dan pemerintah sadar kita akan menjadi negara yang gotong royok. Masyarakat nggak perlu digaji, hanya perlu bisa makan dan hidup sehat. Setelah kondisi udah pulih, kita kembali ke model ekonomi sebelumnya.

Intinya hanya semua orang bisa bekerja sama. Kita bisa mengalahkan Corona.

Tapi, pemerintah seakan takut untuk terbebani memberikan kebutuhan masyarakat, padahal jika kita bersatu, masyarakat dan pemerintah bisa bersama-sama untuk menghadapi wabah ini.

Terlepas dari itu semua, mungkin pemerintah ingin step by step. Tapi bagi saya, Social Distancing atau yang sekarang namanya physical distancing ini hanyalah omong kosong. Karena virus corona pun masih akan terus menyebar di Indonesia selama orang Indonesia merasa santuy, pergi liburan, nongkrong rame-rame, ke pasar seperti biasanya, belum lagi Ojol bawa penumpang ke sana-kemari.. :'( saya pun paham dengan kondisi orang2 dengan penghasilan harian. Tapi bagaimana lagi? Pak, kita orang Indonesia ini susah diatur.

Tapi yaa sudah.. Yaa sudahlah...
Wes yaa wes lah...

dari pada saya menjadi masyarakat yang malah bikin kekacauan. Lebih baik kita mulai dari diri kita dan sekitar untuk lakukan banyak pencegahan.

Saya pun sebenarnya bosan selama ini #DiRumahAja, saya rindu sama si dia. Gara2 corona, UN diHAPUS, nggak bisa ke bioskop, film2 marvel, disney ditunda! Bosan gw.

Angkatan 2020 sepertinya melakukan acara perpisahan secara online, menggunakan aplikasi Zoom.

Kita kaum rebahan yang santai2 begini hanya menunggu dan berdoa kapan wabah ini akan berakhir.

#GabutDiRumahAja
#StayAtHome

Tetap lakukan hal yang positif:)

(Aqwam Naufal Fadhlullah)

Komentar