Langsung ke konten utama

Tanggapan Blogger Balikpapan Tentang "Omong Kosong Social Distancing"

Sampai saat ini pemerintah belum ada melakukan kebijakan, baik itu kebijakan untuk karantina wilayah, atau pun lockdown.

Mungkin memang tulisan saya yang kurang memuaskan bagi pembaca, karena memang belum lengkap opini yang disampaikan. Tentunya dengan ilmu yang masih belum banyak, saya tidak akan berani berbicara persoalan yang saya tidak tahu.

Tapi tentunya, tulisan saya yang sebelumnya merupakan hasil dari sudut pandang dan perasaan saya tanpa ada campur aduk politik.

Di rumah saat ini saya sedang membantu usaha Umi saya untuk menjualkan produk baru kami, karena #dirumahaja disebabkan pandemi covid-19 ini, usaha bekam orang tuaharus tutup sehingga kami sama sekali tidak da penghasilan.

Berikut reaksi di sebuah grub Blogger Balikpapan menanggapi tulisan saya yang berjudul Omong Kosong Social Distancing.

Pada tanggal 27 Maret 2020

Adi Peasetya:
Social distancing tdk sepenuhnya omong kosong, sih, om. Tp itu satu cara utk merredam. Ya sulit bg kita yg biasa nongki2, salaman, dan beraktivitas sosial. Lockdown mgkn saja diambil sbg solusi akhir pemerintah, tp ya jgn sampai.

Rian Setiawan:
bukan omong kosong sih. tapi himbauan. coba di perjelas lagi arahan social distancing yg seperti apa yg omong kosong. pemerintah hanya menghimbau, kalo masyarakatnya ngeyel tetap liburan. ya itu resiko sendiri sendiri. seperti Allah memerintahkan sholat, tapi ada saja muslim yang gak sholat. tanggung sendiri.

Handy Lazuardy:
iya sih tak sepenuhnya omong kosong. Seperti yg dikatakan mas Adi dan om Rian semuanya untuk meredam kegiatan yg tak berguna.

Adi Prasetya:
Bagi orang spt saya yg hari2 biasa nggangsing kesana kesini, trus mendadak nyaris 24 jam sehari ndekem d rumah, ya tersiksa. Tersiksa lg krn kerjaan bukan kantoran shg nyaris g ada pemasukan (yg mau jahit baju menunda datang krn ndekem dl dirumah).. belum lagi jg mesti misa via striming. Tp ya mau gemana lagi, nyawa taruhan. Yg muda ya mgkn aman, kuat. Jadi, kalau misalkan pemrintah putuskan lockdown, ya lockdown......... Siap gak siap. Mari berdoa semua membaik

Ini jg mgkn perlu ditambahi opini arahannya gmn

Annisa Tang:
Tapi saya setuju. Sebenarnya apa gunanya kita stay at home jika akses masuk masih dibuka lebar? Gitu saja sih. Untuk menekan penyebaran, terapkan semuanya termasuk menutup akses masuk dan keluar. Supaya virusnya nggak seperti ping pong saja. Semoga segera diambil kebijakan. 🙏🙏

Adi Prasetya:
Indonesia mgkn bahkan jg tdk sesiap china, singapura, malaysia, yg udah menerapkan lockdown... (Lha wong larangan merokok di taman saja masi dilanggar, buang sampah sbarangan, dan orang mash meludah disembarang tempat....  Mau lockdown, masyarakat lapis bawah jg mgkn tak tllu peduli krn hari2 mereka "bertempur" dgn kerasnya hidup

Handy Lazuardy:
sepertinya kebiasaan yg perlu diubah

Ady Prasetya:
Kebiasaan baca saja kita kalah. Nomer 60 eh negera kita utk tingkat baca.. 🙄🙄

Robby Ade Putra:
Kalau Lockdown sebenarnya masih banyak unit bisnis yang bisa jalan, dan logistic juga jalan di beberapa sektor. Tapi yang paling dirugikan transportasi umum seperti bis dan pesawat. Sebenarnya yang parah adalah pekerja harian dan pekerja lepas.
Ekonomi china sudah kuat dan kebanyakan mereka suplier barang jadi ekonomi mereka gak terganggu.

Social distancing itu bagus, tapi emang musuh kita dari dulu mental kita sih. Semakin dilarang semakin dilanggar. 😁

Nah ini mas, lockdown banyak yang bosan karena gak punya habit baca buku mas. Padahal lumayan baca ulang novel eka kurniawan. Hehehe

Adi Prasetya:
Yap benar. Ndekem dirumah ni saatnya utk membaca ulang buku2... Dan nulis2. Gitaran jg. Masak. Nonton natgeo 😁😁

Nah... Itulah jawaban dari para blogger balikpapan.

Terima kasih banyak atas komentar yang mengkritik dan membangun. Setelah itu saya akan segera menuliskan Omong Kosong Social Distancing 2.

SEGERA

Komentar